Di suatu hari yang tenang kala itu, tiba-tiba muncul tweet yang mengabarkan bahwa film keluaran Hollywood tidak akan lagi tayang di Indonesia. Heh? bercanda pasti.., pikir saya waktu itu. Selama ini saya memang menikmati seni pertunjukan terutama dalam bentuk film. Menurut saya, media seperti ini lebih mudah diserap untuk kalangan apapun. Tidak terkecuali bagi orang yang tidak gemar membaca. Film membantu memvisualisasikan informasi tulisan kedalam tayangan audio visul yang menarik, sehingga kegiatan seperti ini bisa disebut dengan membaca pasif.

Industri film yang berkembang sampai saat ini menurut saya sangat imajinatif. Secara tidak langsung, orang bisa tiba-tiba mendapatkan ide dari sesuatu. Bila sesuatu tersebut sudah terkemas sedemikian imajinatifnya, maka ide yang timbul bisa jadi melebihi kreativitas yang telah ada.

Bukan bermaksud membandingkan karya sineas dalam dan luar negeri, tetapi saya sendiri masih cenderung pergi ke bioskop untuk menikmati film-film impor ketimbang film lokal sendiri. Ini memang masalah selera. Kalau mau bicara tentang kecintaan terhadap produk dalam negeri, harusnya mencakup juga tindakan seperti pembajakan musik dan lagu musisi lokal yang dengan seenaknya diupload secara bebas di dunia maya. Read the rest of this entry

No Comments

Studio 122

a0

a1

a2

a3 Read the rest of this entry »

No Comments

a nice dream (part 2)

Buku sebagai media baca yang paling umum akan terus bertambah sejalan dengan ilmu-ilmu dan informasi yang terus terbaharui. Membaca merupakan kegiatan yang memiliki banyak manfaat terutama bagi pengembangan sumber daya manusia. Membaca juga merupakan bentuk rekreasi yang simple dan bisa dilakukan siapa saja hampir kapan dan dimana saja. Kondisi minat baca di Surakarta dapat disebabkan karena minat baca masyarakat rendah dan sarana yang tidak memadai. Oleh karena itu Surakarta membutuhkan wadah untuk menfasilitasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat melalui sarana rekreatif untuk menarik perhatian dan sarana lain untuk menciptakan budaya membaca membaca.

Kecenderungan masyarkat kota yang senang dengan hal-hal yang baru dan diluar kebiasaan dapat menjadi faktor penarik dalam Pusat Buku ini. Pusat Buku akan dapat mengalihkan perhatian rekreasi masyarakat yang telah lama stuck hanya di sekitar mall dan tempat-tempat nongkrong lainnya dengan mengajak masyarakat untuk mulai kembali mencintai buku, sehingga dapat mengisi waktu luang dan tujuan rekreasinya lebih positif dan edukatif.

Secara natural, manusia akan beradaptasi dengan iklim lingkungannya, begitu juga yang akan diterapkan pada wadah rekreasi baca ini. Salah satu pertimbangan adalah membaca dan bentuk rekreasi yang berkaitan, membutuhkan kondisi nyaman, yang dapat dicapai dengan mendekatkan aktivitas tersebut pada alam. Disamping itu, perencanaan dan perancangan yang berdasar pada iklim dapat bermanfaat untuk kenyamanan pengguna dan penghematan energi.

BAB 1, di salah satu bagian di paragrafnya.
Sudah Maret. Saya kudu ekstra kejar setoran.

1 Comment

Drama Facebook, Sebuah Review

Yah, seperti biasa saya selalu penasaran dengan film-film baru. Menikmati olah digital gabungan antara seni, sastra dan teknologi dengan duduk manis di sandaran empuk adalah hiburan dan relaksasi yang sangat menyenangkan.

Pertama kali dengar judul film ini, The Social Network, saya malah tidak memikirkan sosial media secara langsung, atau yang beberapa akrab dengan browser history saya. Bahkan saya tidak memikirkan facebook. Terbiasa tidak membaca review film terlebih dahulu justru menarik buat saya. Membiarkan rasa penasaran dan menerima kejutan setelahnya.

the_social_network_movie_image_andrew_garfield_01

Terus terang, saya cuma paham memainkannya, bukan bagaimana sejarahnya. Ya, facebook yang setiap hari, oleh sebagian orang, diakses ini, berawal dari sebuah situs kecil. Sangat klise, dan Mark Zuckerberg, penemunya, adalah mahasiswa Harvard sekaligus programmer komputer berbakat. Cukup sampai disitu pengetahuan saya tentang Facebook.

Berawal dari pertengkaran Mark dengan pacarnya (kemudian akhirnya mereka putus), sambil minum dan mabuk (walaupun saya tidak melihat dia seperti mabuk), ia mencoba meluapkan kekesalannya dengan menulis blog tentang mantan pacarnya sekaligus membuat facemash. Mark meretas server kampusnya dan mengambil foto-foto mahasiswi lalu mengirimkan email kepada beberapa mahasiswa untuk sekedar memilih salah satu dari kedua foto tersebut yang lebih menarik. Teman sekamarnya bahkan tidak terlalu peduli, tapi kemudian tertarik karena facemash mendapat 22.000 hits dalam waktu 2 jam. Kabar tentang facemash akhirnya mengantarkan Mark pada Badan Administrasi Harvard karena dianggap membobol sistem keamanan komputer kampus, melanggar peraturan privasi di internet, dan melanggar hak cipta. Read the rest of this entry »

1 Comment

A Nice Dream

Ini salah satu mimpi saya sebenarnya. Masuk ke perpustakaan gede, keren dan yang paling penting isinya lengkap. Buku-bukunya lengkap. Ga muluk-muluk deh, minimal kaya gramedia gitu.

Bisa bayangin ga, dari jauh jendelanya bling bling, terus pintu masuknya tersenyum melambai-lambai sambil merentangkan tangan (eh, ko malah serem..). Di dalamnya aroma pinus dimana-mana, pustakawannya ramah dan cakep-cakep juga (oke, this is not the point). Di sana kita bisa milih mau duduk dimana, mau baca dengan gaya apa. Suka yang ekslusif duduk di sofa sambil nyeruput hot chocolate atau di bawah pohon diterpa angin silir-silir makan keripik pisang atau selonjoran di karpet atau pake meja gede buat bareng-bareng. Bebas.

Mau cari buku apa aja ada. Tentunya buku-buku ga cuma diklasifikasikan menurut jenisnya aja, tetapi umur dan suasana. Kaya misalnya kalo lagi baca komik one piece, naruto.. agak-agak ga pas kan kalo wallpaper ruang temanya klasik kaya kamar tidur raja. Di lain sisi ruang baca buku novel atau filsafat agak ga lucu kalo backsound yang maen itu lagu Bondan.. waktu kecil. Read the rest of this entry »

1 Comment

Setelah Seabad

09.04 wib

hi blog,  do you miss me?

Ga usah ditanya kapan terakhir halaman ini dapet postingan baru. Sudah saya tasbihkan tagline di atas dan memang itu yang sebenarnya. Selama itu banyak yang terjadi, banyak sekali. Ada yang tambah, berkurang dan.. berubah.

Semenjak jadi aktivis twitter, postingan saya semakin pendek. Cuma bisa 140 karakter dan random. Pertama ngomongin ini, terus berlanjut ke itu, lalu kesana.. kesitu.. dan semua jarang ada yang nyambung. Makanya jadi ga pede buat masuk dashboard ini lagi buat ngomong panjang secara sistematis.

But I’m doing it. I miss u.

Eniwei, saya sudah semester sembilan sekarang :D ye.. naik kelas. Di semester ini kekhawatiran saya mulai bertambah. Mimpi buruk saya mulai menjadi-jadi. Pernah dengar, kalau sebenarnya mimpi itu pencitraan dari ketakutan dan harapan? Dari kecil saya selalu takut dengan mimpi telat sekolah atau telat ujian. Belakangan mimpi itu selalu muncul ketika musim ujian mulai tiba.

Saya bukan mau bahas soal mimpi disini, tapi bahas apa juga ga tau. Read the rest of this entry »

No Comments

Takut takut

Saya dulu takut hantu, takut gelap

Yah, dulu ibu secara tidak langsung mendoktrinkan pada saya tentang kemunculan hantu saat saya nakal. ‘..hi onok op iku..’ sambil menunjuk tempat gelap. ‘nek magrib pulang, akeh setan lewat..’ dan sebagainya.
Sebagai anak yang imajinajis, mulai saat itu saya jadi sering membentuk karakter-karakter bikinan kepala saya sendiri. Potongan furniture yang tidak lengkap di tempat yang gelap atau bentukan bayang-bayang yang tercetak di dinding… hingga… saya takut.
Saya takut bukan karena ada hantu beneran disitu, tapi karena imajinajis saya sendiri. Merugikan.
Tapi serius, saya nggak menyalahkan ibu saya, nggak terlalu menyalahkan maksudnya. Orang tua memang punya cara masing-masing untuk memberi pengertian pada anaknya yang saat itu masih kecil. Maksudnya juga pasti kawatir kalau anaknya yang kecil ada ditempat gelap sendirian… terus tau tau kebentur meja.. ya kan Read the rest of this entry »

1 Comment

Kembar Tiga

4as

Bukan, saya nggak kembar, apalagi tiga

.
Tiba-tiba iseng saya kumat, padahal sebelumnya saya nggak terlalu hobi ngutak-atik foto. Photoshop CS 3 di leptop aja cuma portable (alasan sebenarnya adalah saya nggak berhasil nge-crack berkali-kali). Butuh beberapa jam, sambil mendengarkan tv sampai tengah malam hingga akhirnya gubahan ini selesai. Lebay.
Setelah saya posting di fesbuk barengan sama foto lain yang setting dan acaranya sama, beberapa orang malah tertarik buat tanya bagaimana cara bikinnya.
Tanpa bermaksud bikin tutorial, saya jadi pengen berbagi jalannya foto ini terkloning. ‘Cara bodon’ kalau orang jawa bilang. Kalaupun nanti ada jalan yang lebih cepat dengan hasil yang lebih rapi, mungkin bisa belajar langsung dengan yang lebih expert. Read the rest of this entry »

1 Comment

Mensana in Twiteresano*

Saya bukan antisosial.

Buktinya friends di facebook saya lebih dari 900 orang (setelah saya remove sabagian). 90% dari itu saya kenal semua, mulai dari temen SD, SMP, SMA, sejurusan, sekampus, beda kampus, temennya temen dan temen baru kenal.

Saya mulai kenal fesbuk facebook tahun 2007 dimana pada saat itu banyak teman yang masih menggunakan frenster friendster. Saya lupa siapa teman pertama di list facebook saya, sampai 4 bulanan, jumlah teman belum ada sekitar 20 orang. Merasa kurang seru, akhirnya saya kompor-kompori teman-teman dekat saya untuk buat akun di jesos (jejaring sosial.red) ini.

Selang waktu bergulir (uda kaya main kelereng bahasanya) ternyata facebook berdampak banyak juga. Salah satunya yang sering didengar, mainan ini berpengaruh besar pada turunnya produktivitas kerja. Sebenarnya apa saja yang orang lakukan berjam-jam di depan internet hanya dengan mengkases Facebok saja eh?

Saya sendiri pernah merasa sangat asik dengan akun jesos ini. Terlebih karena saya menemukan lagi teman-teman saya yang hilang dan menghilang. Bisa dibilang, facebook adalah salah satu media silahturahmi modern di jaman sekarang. (Tunggu sampai nenek saya punya fesbuk, pasti ga usah jauh-jauh mudik ke Surabaya waktu Lebaran :p).

Informasi menyebar lebih cepat daripada jaman forward sms. Dari mulai bisnis, dakwah, dukungan, bahkan media pengaktualisasian diri. Disini saya temukan teman yang duku saya kenal pendiam bisa sangat aktif bahkan hiperaktif.
Lambat laun saya mulai jenuh dengan muka buku ini, Read the rest of this entry »

2 Comments

Ditengah Tiga Idiot

Antara Raju, Farhan dan Wangdu …atau Cathur

Perlukah saya tulis ringkasan cerita 3 idiots, kawan? Saya yakin dengan perkembangan teknologi berikut mahasiswa sekarang, file 919 MB ini pasti sudah banyak dimiliki. Bila masih ada yang merasa asing, saya sarankan hubungi banker film donlotan terdekat dan segera duduk menikmati film India ini. Tidak, tidak seperti Kuch Kuch Hota He ko..!

Mungkin ada yang tersindir, tertohok, sedikit merasa, atau masih ada yang tidak sadar, bahwa dirinya mirip dengan tokoh tersebut. Bukan, mereka bukan tokoh nasional, bukan juga pahlawan India. Nama-nama tersebut hanyalah fiktif belaka, bila terjadi kemiripan pasti bukan disengaja.

Saya tidak akan menuliskan testimonial yang panjang untuk film berdurasi 2:45 jam ini. Saya juga merasa tidak asing dengan latar belakang kampus teknik yang mejadi setting cerita, merasa tidak heran dengan cara pandang kebanyakan kaum pelajar jaman sekarang, karena saya adalah salah satunya. Read the rest of this entry »

6 Comments

Older Entries »